Yogyakarta, 18 Juni 2026 — Pelatihan Teknisi Laboran Internasional Sertifikasi Personil kembali diselenggarakan secara offline di Yogyakarta. Pada penyelenggaraan kali ini, Indo Asia Academy telah memasuki Batch 42 yang dilaksanakan pada tanggal 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Indo Asia Academy dalam mendukung peningkatan kompetensi teknisi laboran perguruan tinggi agar mampu menerapkan standar kerja laboratorium yang profesional, aman, dan sesuai dengan standar internasional.
Pelatihan ini menghadirkan Bapak Iram Rovid dan Ibu Rezki Wulan Ramadhanty, SE., MSc., AWP sebagai narasumber yang memberikan pembekalan kepada peserta melalui berbagai materi yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab teknisi laboran.
Materi pelatihan mencakup penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di laboratorium, implementasi budaya kerja 5S/5R, manajemen arsip laboratorium, serta pengenalan dasar kalibrasi dan pemeliharaan peralatan laboratorium guna mendukung mutu dan keandalan hasil kerja laboratorium.
Peserta Pelatihan Teknisi Laboran Internasional Batch 42 berasal dari Universitas Andi Djemma, Universitas Katolik Widya Mandira, dan Institut Teknologi Sawit Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah di Indonesia memberikan kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, tantangan, serta praktik terbaik dalam pengelolaan laboratorium di institusi masing-masing.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan juga sesi kunjungan ke laboratorium Institut Pertanian INTAN Yogyakarta. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung implementasi sistem pengelolaan laboratorium, penerapan standar operasional, serta praktik kerja yang mendukung efektivitas dan kualitas layanan laboratorium. Sesi observasi dan diskusi berlangsung secara interaktif serta mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, diharapkan peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di lingkungan kerja masing-masing. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan profesionalisme teknisi laboran, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta meningkatkan mutu pengelolaan laboratorium di perguruan tinggi secara berkelanjutan. Setelah kembali ke institusi masing-masing, peserta akan melanjutkan proses sertifikasi melalui tahap implementasi hasil pelatihan dan penyusunan portofolio sebagai persiapan assessment. Peserta yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan sertifikasi akan memperoleh Sertifikasi Personel Teknisi Laboran Internasional, sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah memenuhi standar internasional.


Leave a Reply